Setiap jenis formulasi suatu produk mempengaruhi cara aplikasinya dan juga mempengaruhi tata cara teknik pencampuran pestisida. Ada suatu produk dengan merk dagang yang sama yang diproduksi satu perusahaan, dijual dengan formulasi yang berbeda, contohnya Regent 50 SC, Regent 80 WG dan Regent 0,3 GR. Pestisida mempunyai sifat-sifat fisik, kimia dan daya kerja yang berbeda-beda, karena itu dikenal banyak macam pestisida. Pestisida dapat digolongkan menurut berbagai cara tergantung pada kepentingannya, antara lain: berdasarkan sasaran yang akan dikendalikan, berdasarkan cara kerja, berdasarkan struktur kimianya dan berdasarkan bentuknya. Berikut ini beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan cara pembuatannya: 1. Tembakau (Nicotium tabacum) Tembakau diambil batang atau daunnya untuk digunakan sebagai bahan pestisida alami. Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3 - 4 hari, atau bisa juga dengan direbus selama 15 menit. Latar Belakang. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus • Cara Kerja; apakah pestisida yang digunakan itu harus yang bersifat sistemik atau bersifat kontak, ini tergantung dan habitat hama dan perilaku makan. Hama yang hidup dalam jaringan tanaman sebaiknya menggunakan insektisida yang bersifat sistemik. 2. Tahap Persiapan Pada tahap ini yang harus diperhatikan adalah: Penggunaan pestisida juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sampai saat ini sekitar 2,5 juta ton pestisida digunakan setiap tahunnya. Dimana 75% negara yang menggunakan pestisida adalah negara-negara yang sedang berkembang (Sudarmo, 1987 dama Zulkarnain, 2010). Di Indonesia, kebutuhan pestisida meningkat dari tahun ketahun. Hal ini SL (Soluble Liquid) dan L (Liquid). Kode ini merupakan kode pestisida berbentuk pekatan yang mudah larut kedalam air. AS dan AC. Pestisida dengan kode ini merupakan jenis pestisida berbentuk larutan pekat yang mudah di larutkan air. F (Flowable), FW (Flowable in Water) dan FS (Flowable Sulotion). Tabel 6.1 Tingkatan daya racun pestisida .. 67 Tabel 7.1 Contoh-contoh jamur tahan terhadap fungisida .. 87 Tabel 8.1 Kategori ekotoksisitas pestisida terhadap burung dan ikan 95 Tabel 8.2 Batas Maksimum Residu fungisida pada berbagai 1. Tanaman Cabai. Insektisida Curacron 500EC dapat mengendalikan hama pada tamaman cabai seperti Kutu daun, lalat buah, ulat grayak, ulat tanah, trhips dan jangkrik. 2. Tanaman Bawang merah. Pada tanaman bawang merah, insektisida Curacon 500EC bisa digunakan untuk mengendalikan hama Ulat grayak (Spodoptera litura). 3. APH/pestisida nabati atau pestisida kimia sesuai kondisi lapangan. 3.2. Pelaksanaan 1) Mekanisme Pelaksanaan Langkah-langkah gerakan pengendalian sebagai berikut : a) Hasil pengamatan yang dilakukan POPT-PHP ditemukan adanya spot serangan OPT yang dinilai membahayakan b) Laporan hasil pengamatan POPT-PHP atau Laporan IxEuXD.